ivaa-online.org

Grace Samboh

Grace Samboh lahir di Jakarta pada tahun 1984. Di tahun 2009, Grace mendapat gelar MA dalam bidang Visual Art and performing Arts di UGM Yogyakarta. Sebagai kurator dan peneliti, Grace kemudian banyak berkiprah di berbagai komunitas seni. Di awal karirnya, Grace terlibat dalam beberapa kegiatan di ruangrupa, Jakarta. Kemudian di tahun 2009, Grace terlibat di IVAA (Indonesian Visual Art Archive), Yogyakarta. Selama 2010-2011, Grace ikut terlibat dalam pembentukan Yayasan Seni Langgeng sebagai direktur eksekutif/kurator. kemudian di sejak tahun 2011, Grace membentuk grup diskusi terbatas bersama dengan Pitra Hutomo dan Ratna Mufida. Kemudian sejak tahun 2012, Grace juga terlibat dalam forum seni “Ceblang-ceblung” dan “Equator Symposium”. Di tahun 2014, Grace juga sempat terlibat dalam proyek yang dikerjakan bersama Komunitas Seni “Lifepatch”.

Karir Grace sebagai kurator dimulai pada tahun 2007 ketika terlibat dalam “OK Video 2007”.  Kemudian sejak 2009, Grace mulai lebih aktif ketika terlibat dalam beberapa event, antara lain: sebagai Participating Curator dalam "The Demons of Comparisons" di Stedelijk Museum Bureau Amsterdam; kurator dalam "the.trails.of.the.midnight.bunny" di berbagai tempat; dan kurator serta peneliti dalam "Jogja Biennale’s Retrospective: 1988 - 2007". Beberapa event seni lainnya yang dikuratori oleh Grace antara lain: "merchandise|project" (2010); "Speech Objects" di  Pavillion d’Exposition at the Musee de l’Objet, Blois, Prancis (2011); "On Progress" (2011); "REPOSITION: Art Merdeka!" (2011-2012); "JANEFO #1" di Langgeng Art Foundation (2012); "Super Failure: Super Ego (Men and Destruction)" di Wallworks Gallerie, Prancis (2011); "Once Upon a Time in Rawalelatu" di Jakarta District's Main Hall (2011); "How They Did Art Then*"-bagian dari OK Video Flesh 2011 (2011); "MAKCIK PROJECT #1: Showcase presentation & public discussion" di Yogyakarta (2012); "The Window of ‘Jendela’" di OHD Museum, Magelang (2013); "MAKCIK PROJECT #2: We are All Human" di Yogyakarta (2013); "PERISTIWA SEBUAH KELAS (The Event of a class)" di Sangkring Art Space, Yogyakarta (2014); "RIVERS OF THE WORLD" di Bentara Budaya Solo (2014); "MUT(ABL)E" di ROH Projects, Jakarta (2014); "#banyakbanyak" di Gertrude Contemporary Art Spaces, Australia (2014-sekarang); dan "Tahun Tanah 2015 (The Earth Year 2015)" di Jatiwangi art Factory, Jawa Barat (2014-sekarang).

Menurut Grace, minimnya dukungan pemerintah membuat para pelaku seringkali memiliki peran ganda dalam dunia seni. Kurator bisa jadi peneliti dan pengajar, atau seniman terkadang juga menjadi kurator. Menurutnya, hal tersebut merupakan dinamika yang terjadi dalam dunia seni rupa, dan selama melakukan pekerjaan tersebut secara obyektif, maka akan dapat membantu perkembangan dunia seni.

(profil ini ditulis pada November 2016)

sumber:

https://sambohgrace.wordpress.com

http://dutchartinstitute.eu/page/7753/grace-samboh

http://hyphen.web.id/

https://forumceblangceblung.files.wordpress.com/2015/04/grace-samboh-profile1.pdf